Berawal dari sebuah opini mengenai kabar terbaru  Trump, presiden Amerika serikat yang kembali heboh atas pernyataan-pernyataannya terkait langkah US menerapkan kebijakan untuk melawan Covid-19. Saya mencoba menelusuri jejak digital berita dan opini lain untuk mendapatkan lebih banyak informasi mengenai kebijakannya.

Hal pertama yang saya ingin temukan adalah alasan kuat trump mengeluarkan statement dalam twitter-nya seperti dibawah ini yang berarti “kita tidak bisa membiarkan penanganan lebih memperburuk keadaan dari permasalahan itu sendiri”.

Berdasarkan hasil penelusuran, ada tiga hal yang kemungkinan mempengaruhi pikiran Trump seperti diatas hingga membuatnya berkeinginan membuka Lockdown dan meminta warganya kembali bekerja.

Pertama adalah sebuah artikel dari New York Times tentang penanganan Coronavirus di USA. Jadi artikel dalam Nytimes itu ditulis oleh David L. Katz, adalah strategi untuk melawan virus pandemik seperti covid-19, katanya manusia harus terpapar langsung dengan virus tersebut, maka antibodi akan terbentuk dengan sendirinya. Bukti-bukti yang dipaparkan cukup meyakinkan karena memang sesuai dengan yang terjadi di lapangan, contohnya adalah jumlah pasien dalam pengawasan (PDP), manyoritas mereka bukan dalam keadaan kritis bahkan menunjukkan keadaan membaik 99% seperti di Korea. Hanya mereka yang memiliki imunitas rendah seperti orang tua dan anak kecil saja yang tergolong rentan. Jadi tidak masalah bila warga keluar bekerja, selain imunitas mereka akan terbentuk saat terpapar virus, memungkinkan juga mereka membangun perekonomian yang sudah terpuruk kembali.

Kemungkinan kedua adalah cuitan Trump di twitter itu dipengaruhi oleh narasi seorang Host di media Fox news yang mengatakan pekerja amerika akan hancur saat social distancing, karena Adam dalam opininya juga menjelaskan ciutaan trump keluar sehari setelah presenter Foxnews mengeluarkan statement serupa.

Yang terakhir adalah kemungkinan Trump memang melakukan kesalahan saat menghadapi virus pandemik ini, dia masih meremehkan ancaman covid-19 seperti yang dicoba jelaskan oleh Linda qui dalam tulisannya berjudul Analysing the pattern of Trump`s falsehood about coronavirus di Nytimes.com. Pertama dia masih berasumsi bahwa flu lebih banyak memakan korban dibanding Covid-19, kemudian dia juga yakin penanganan yang lambat di USA adalah kesalahan dari program kesehatan buatan presiden terdahulu, Obama. Dan terakhir saat didesak untuk membuat program pembuatan ventilasi bagi pasien USA yang sudah mencapai 100.000 dan sedang membutuhkan dia malah menggunakan bahasa sindiran, kita akan buat segera dan beberapa akan kita kirimkan ke UK dan negara lain yang membutuhkan, seperti yang diberitakan oleh the Guardiannews.

Menyepelekan,menyalahkan orang lain dan keengganan mempercepat pembuatan ventilasi buat pasien yang sangat membutuhkan untuk membantu pernapasan mereka lancar mengindikasikan dia sedang tidak mau disalahkan dan tidak mau tahu seolah ingin berucap let the old and the weak die, we go and get more money.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here