Buat kamu yang mengunjungi kota Tembilahan, coba jalan sore-sore ke pusat kota. Karena mungkin, pada waktu ini akan ada sesuatu yang akan menahanmu disini lebih lama. Aku telah melihat sendiri bahwa kota kecil ini memiliki orang-orang yang sama pedulinya tentang GOWES. Mereka datang dari berbagai sosial background, baik itu pekerja, mahasiswa, atau pelajar.

First impression-ku tentang suasana mengayuh pedal sepeda disini tidak jauh berbeda saat mengayuh di Monas, mengayuh di kampung Inggris atau mengayuh di kota Lhokseumawe Aceh. Iya sih, memang sama melelahkan. Tapi, aku merasa cukup bahagia dengan adanya penyewaan sepeda murah. Harganya dipatok sepuluh ribu perhari, kamu bahkan bebas saja memakainya. Mau jalan-jalan dekat taman, atau mau keliling kota tidak masalah, harganya tidak berubah.

Pilihan sepeda juga beragam. Saat kulihat, tersedia sepeda gunung, sepeda mini bahkan sepeda panjang buat bertiga atau berempat. Bila kamu suka menikmati suasana kiri-kanan, ambil sepeda mini aja. Mau keringatan, ambil sepeda gunung, biar kamu bisa laju. Tapi kalau tidak mau jauh-jauh dari teman-teman, nah, pilih aja sepeda panjang. Bisa tuh, dipakai buat bertiga, dikayuh juga bertiga, capeknya juga sama, bertiga.

Menuju lokasi, aku naik motor bareng yang punya Tembilahan. Jadi, liburan hari ini lebih murah. Disamping itu, bisa lebih akrab dengan native adalah tujuanku karena travelling akan lebih bermakna setelah mendapatkan banyak kenalan. Rasanya aku ingin muat semua photo-photo mereka di hellogani.com, supaya nanti mereka bisa ingat, oh, kami pernah bareng kesini. Jadi dibagian akhir, nanti akan kucoba upload photo-photo mereka.

The accessible route yang kami pilih hari ini merupakan jalan sepi menuju pedesaan yang tidak jauh dari kota. Serius, alamnya sejuk sekali dan masih sangat alami. belum banyak bangunan, belum banyak pembabatan lahan, dan belum banyak kendaraan melintas. Sepanjang badan jalan, kami hanya menemui rumput gelagah yang menjulang tinggi. Photo rumputnya nyusul ya, aku tidak sempat mengambilnya karena tergesa-gesa.

Fix, jalannya baru dan flawless. Selama bersepeda, rasanya nyaman aja. Tidak ada paku di jalan, tidak berlubang dan tidak ada kabar bahwa begal pernah melintas daerah ini. Yang kulihat sepanjang perjalanan hanyalah keceriaan dan senyum puas enam belas bikers sehati. eaaaak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here