Sesi perjalanan semester ini, aku tiba di Tembilahan gess. Lokasinya ada di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Daerah ini terkenal dengan Negeri seribu parit. Slogan ini muncul sejak pembangunan parit-parit besar pada setiap area pemukiman. Roomate aku bilang, parit ini berfungsi mengurangi banjir dikala hujan. Bener aja sih, pernah saat curah hujan tinggi, ku lihat parit-parit ini membantu pengurasan air di halaman rumah warga dan badan jalan dengan cepat. Tanah Riau tergolong dataran rendah, jadi wajarlah bila sering tergenang air.

Selain terkenal sebagai negeri seribu parit, wilayah tembilahan juga terkenal sebagai penghasil kopra dunia. Masyarakat Indragiri Hilir (Inhil) banyak yang menanami kelapa disini dan menjadikan pertanian kelapa sebagai tumpuan hidup mereka. Begitu memasuki daerah ini, aku menemukan kepopuleran komoditi kelapa dipatenkan dalam hiasan batik bercorak kelapa dan tentunya tugu daun kelapa dong. Lokasinya ada di tengah kota Inhil.

Daerah Inhil ini memang bukan daerah parawisata gess, tapi betapapun begitu, aku bahagia sekali saat travelling kesini karena bertemu banyak suku bangsa. Mereka ramah sekali. Selain dominansi melayu, ada banjar gess. Orang bersuku banjar lumanyan banyak disini, wanitanya cantik-canti pula. bukan ini sih yang mau aku ceritakan. Tapi masakan melayu-banjar itu lhoe, kalian perlu cobain. Ciri masakan melayu-banjar salah satunya be like berkuah pedas, enak bet.

Bugis? ada sayang, ada. Masakannya “Gelettok”, kayaknya masakan khas deh karena disajikan saat upacara penting saja. Pernah dibawakan orang tua teman bugisku disini, rasanya nagih banget, hehe.

Buat pandangan umum, kalian sudah dapat kan? Sekarang aku mau nunjukin lokasi pelesiran yang sering dikunjungi oleh the local gess. Letaknya tidak jauh dari homestay-ku. Dari tengah kota, membutuhkan 5 menit doang. Tempat ini sering disebut kopyor, karena para pelancong datang kesini sering minta disajikan air kelapa. Bagi penduduk setempat, daerah ini cukup digemari, apalagi menjelang sore. Setiap datang kesini, aku selalu mendapati lokasinya padat, dikunjungi oleh turis lokal.

“Apa sih yang bisa dinikmati di lokasi ini?” Pertanyaan umum. Well, saat aku datang kesini, kulihat the locals sangat menikmati suasana tepi pantainya. Banyak boats pulang-pergi membawa penumpang dari berbagai daerah semisal lintas Batam-Riau. Terus, mereka saling menebak satu sama lain, “boat mana duluan nyampe?” Begitu seterusnya sampai suasananya makin rame saja. Saat sore, kadang kulihat, boat-boat saling mendahului nyampe ke pelabuhan. jadi, ini menghibur sekali buat yang menonton.

Ada satu hiburan lagi disini yang belum aku cobain, naik odong-odong laut. Partner-ku bilang, jam operasinya cuma sekitar jam 15-18 WIB saja. Dari darat aku lihat, ini cukup menyenangkan juga sih. Minum kelapa diatas kapal , trus mancing, kalau bisa,hehe. Pertama datang kesini, aku pesan kopyor, hari kedua kopyor, hari berikutnya kopyor lagi gess. Enak soalnya. Minuman lain ada, kayak soft drinks, kopi, teh, dan minuman penambah stamina, eh salah gess, maksudku minuman energi kayak kuku bima juga ada. Tapi aku ga mau. Biasalah. Buat tahu bagaimana keadaan di lokasi. Check these out!

Cafe nearby the sea
Small boat returning home
Listening Music.
Watching ocean trips

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here