Mengajar bahasa Inggris di GE

Mengajar di GE

0
201

GE adalah singkatan dari Global English Course. Kursusan ternama di kampung Inggris, Jawa Timur. Sejak 2018 silam, aku telah menjadi bagian dari tenaga pengajar disana. Bersama tim lainnya, aku telah menemui ribuan peserta didik dari berbagai daerah, suku dan latar belakang keluarga. Mimpi mereka cuma satu, yaitu menguasai percakapan bahasa inggris secepatnya.

Banyak sekali hal menyenangkan yang aku jalani selama disana. Yang paling aku ingat adalah pengalaman gowes bersama members (peserta didik). Kami berkeliling santai saat weekends. Start-nya dari camp terus menuju ke goa suruwono yang terletak sekitar 30 menit jarak tempuh menggunakan sepeda. Selama dalam perjalanan, tidak sedikit tuh member jatuh, jatuh hati pada pesepeda lain maksudnya. Cantik, modis, muda, begitulah yang selalu terlihat sepanjang jalanan.

Diantaranya, hubungan mereka setelah pertemuan pertama telah berlanjut. Bahkan ada yang berhasil berumah tangga. Tapi ada juga yang ditinggal pas sayang-sayangnya. Durasi stay di Pare beda-beda, ada yang cuma dua pekan, ada yang satu bulan dan paling lama umumnya satu semester. lama tidaknya peserta didik di Pare biasanya ditentukan oleh lamanya mereka mengambil paket belajar.

Di Ge, aku dipercaya menjadi mentor kelas Speaking for IELTS, Listening for IELTS, Reading for IELTS. Mengambil peran pada program kelas ini bukan berarti aku jago. Seringnya aku malah meminta tutor senior buat ngajarin aku terlebih dahulu sebelum tampil. Hal sederhana ini yang membuat aku semakin membaik dalam beradaptasi dan berkomunikasi bersama member kelas aku.

Bagiku mengajar IELTS cukup menantang. Setiap hari harus mengulang materi dan terus menambah referensi bacaan supaya mudah menjawab kesulitan members di kelas. Pernah sekali aku datang tanpa persiapan, langsung saja kena mental break dance. setiap sudut kelas memiliki pertanyaan dan harus ku simpan terlebih dahulu. Ini yang terakhir ucapku dalam hati.

Salah satu pertanyaan sederhana yang paling ku ingat adalah tentang Quinine, reading text from IELTS cambridge, dimana jawabannya adalah “the rich” tapi saat itu tidak bisa kujelaskan tanpa persiapan. Langsung aja aku bilang itu itu maksudnya orang kaya tanpa menjelaskan detail. Padahal mereka butuh sekali dijelaskan penggunaan artikel the pada berbagai konteks.

Lain lagi ceritanya pada kelas speaking for general purpose. Bagiku kelas ini yang paling rileks, kelas ini yang paling fleksible dan kelas ini pula yang bikin ngangenin. Interaksi dengan member itu lebih banyak ketimbang kelas-kelas lainnya. Serius, kelas speaking banyak cinlok-nya. Sampai-sampai diakhir pertemuan baru sadar bahwa ini semua dipertemukan oleh keadaan dan dipisahkan oleh waktu. Tiada yang abadi bund.

Aku juga sempat mengisi program-program keren selama mengajar. Contohnya menjadi moderator pada agenda GEF 2020. Terus aku juga pernah dapat kepercayaan menjadi narasumber pada acara ngabuburit yang live on IG di kelasbahasa.id. Kegiatan ini tentu membuat aku bertambah semangat mengasaha kemampuan dalam menguasai bahasa Inggris.

Tapi diantara kegiatan yang paling kuingat adalah menjadi mentor pertama pada  launching kelasbahasa.id. Serius, aku kaget sekali saat mendapati peserta didik mencapai lima ribu orang. Ini angka yang fantastis sekali. Jadi program ini berjalan untuk dua pekan. Setiap hari aku mengajar sekitar 700-1000 peserta didik secara online. Terbayang ga sih bagaimana sibuk dan ruwehnya merespon pertanyaan dari peserta  yang tidak kunjung usai.

Program ini berjalan diawal masa pandemi 2020. Karena kelas berjalan secara online maka aku Work From Home (WFH) aja kala itu. Bagiku tidak ada yang membatasi proses belajar dan mengajar walau platfrom belajarnya harus bergeser dari onsite menjadi online. Pertama, interaksiku bisa berjalan pakai zoom atau whatsapp. kedua materi ajar bisa disadur secara online presentation. Hah, begitulah aktifitasku selama berjalan di GE.

Diakhir bulan feb 2020, sebelum izin keluar mengurus scholarship, aku bertemu orang-orang hebat di kelas yang aku asuh sendiri. Bahkan diantaranya sudah menjadi dosen tetap dan lainnya sudah pernah travelling ke luar negeri, hal yang ingin aku lakukan selama hidup. Dari mereka aku belajar ” kita harus terus berproses demi beradaptasi dengan era hidup kita”.

Menjadi bagian dari GE adalah kebahagian tersendiri buatku. Selain ditempa untuk terus berproses lebih baik, temputku bekerja juga suka ngajak liburan. Bila tidak pandemi, mungkin kami bakal liburan lagi seperti yang sudah-sudah. Ke Bali dan ke Gili Labak, Madura.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here