Book 3 Review : BTS, The Most Beautiful Moment in Life, The Note

0
201

Hi readers. Semoga ulasan buku tentang boyband, BTS, the korean pop ini bikin kamu suka. Jujur, aku tidak nyangka sama sekali tiga hari yang lalu bakal mendapatkan kiriman buku fiksi catatan hariannya oppa-oppa korea.

Buku ini adalah salah satu dari kiriman member dari kelas aku mengajar bahasa Inggris. Mungkin dia anggota Army, kelompok fans garis kerasnya BTS. Tapi aku have no idea anymore.

Sepanjang garis kenangan, ciee, sepanjang komunikasiku dengan dia maksudnya. Aku bertanya ke dia, “ini buku apaan?” Soalnya aku bukan anggota Army, penggemar BTS. Terus dia bilang ini buku dibuat untuk fansnya mereka. Tapi ceritanya fiksi. Mereka itu sudah 4 tahun sukses berkarir di dunia tarik suara, jadi ingin dikenang dan cerita mereka ditulis dalam bentuk sebuah cerita, biar fansnya senang.

Aku mendapati diri sendiri bingung. Tapi mau bagaimana ya, “udah deh lain kali kamu jangan kirimi aku buku begini lagi!” ungkapku padanya. Tapi, walaupun begitu, karena komitmen buat menjadi pembaca yang baik, aku tidak milih-milih buku buka buat dibaca, ya, aku tuntaskan cerita fiksi BTS ini dalam 3 hari.

Cerita fiksinya dimulai dari masa kecil Seokjin. Tanpa menyebutkan masalah apa yang sedang mereka buat disekolah, bersama teman, dia berlari dari kelas menuju bukit belakang sekolah, ada seorang berusaha menangkap mereka. Problemnya berlanjut, bikin salah satu rekannya sendiri dideportasi ke sekolah lain.

Ceritanya putus disitu, kemudian masuk ke cerita Hoesok. Judulnya shadow of my childhood. Pergi bersama ibunya ke taman hiburan. Sambil menghitung buah, satu, dua, tiga, sampai ke sepuluh. Tapi dari hitungan kelima, dia mulai melihat wajah gurunya, teman-temannya, kemudian roboh ke tanah pada hitungan kesepuluh.

Kalian tahu kan, anggota BTS itu berapa? iya ada 7 orang. Jadi buku ini mengkisahkan bagaimana the boys menghadapi keterputus-asaan, depresi, tersakiti, merasa bersalah terus dan harus menjalani hidup bagaimana.

Taeyung, punya kisah sedih, sering dipukuli ayahnya. Tapi dia mencoba tegar, dengan memeluk ayahnya. catatan ini menjelaskan dia berumur 10 tahun. Catatannya putus disini, seperti diary. kemudian ke catatan anggota lain, Jimin.

Jimin punya cerita sakit hati, orang tuanya sibuk banget, mereka tidak sempat menemaninya pada acara school piknic day. catatannya menjelaskan dia sedang melawan keadaan, ingin tampil cool. Tergambar dari ceritanya, dia senang ketika orang tua murid lain mengatakannya “kamu dewasa sekali”.

Namjoon punya catatan hidup yang keras. Masih kecil harus bekerja. Ngedarin fliers ke kamar-kamar apartemen buat kebutuhan rumah. Ibunya resign dari restoran, tempat ia bekerja. Hal ini cukup membebaninya karena harus juga mencukupi pengeluaran biaya pengobatan ayahnya yang sakit.

Yoongi mengisahkan rumahnya terbakar, apinya menghanguskan seluruh isi rumah. Dia bingung harus ngapain. Hanya terdengar tetangganya manggil dan bertanya, “Apa ibumu masih didalam rumah?” Tapi tidak ada sahutannya darinya, tiba-tiba aja dia diseret menjauh dari api.

Jungkok punya kisah menjadi anak broken home. Bisa diketahui dari deskripsinya ketika mendengar percakapan kedua orang tuanya yang sedang berdebat masalah beban ekonomi. Bapaknya frustasi, tidak sanggup membiayai keluarga. Sebagai anak, dia sedih karena tidak akan pernah mendapatkan ucapan selamat dari seorang ayah saat ulang tahun begitu langkah kaki ayahnya menjauh dari gerbang rumah.

Semua tokoh udah saya sebutin masalahnya kan? jadi sebagai Army, semoga kalian senang. Catatan itu berakhir di laut menjadi bagian the most beautiful day in their lives. Bisa disimpulkan dari penjelasan juungkok. Dia mendapati dirinya bahagia sekali, tanpa ada perencanaan, semua member BTS ini berkempul dan bersenda gurau bersama. Bermain lempar pasir layaknya anak kecil, saling kejar-kejaran. Saling nimbun pasir juga kali ya? Bagian ini dugaanku saja, hem.

Doc: Joul Muniz, Taeyung

Taeyung juga konfirmasi hal serupa di catatannya. Saat sendirian di observatory, tempat mengamati bintang. Dia tersenyum melihat semua rekannya datang ke tempat dia berada. Sesaat dia melompat, telapak tangannya terluka, tapi rasanya begitu cepat sembuh. Mereka berfoto bersama.

Soekjin disini karena merasa sudah baik-baik saja. Dia bahkan ingin mengakui kesalahan dimasa lalu, di sekolah tepatnya. Bahwa dia yang melaporkan ke kepala sekolah tentang aib mereka, hingga membuat Yoongi dikeluarkan dari sekolah.

Buat Army yang pengen tahu banget tentang teori video klip mereka, Buku catatan ini adalah jawabannya. Tambahan pula kalian akan paham sosok jin misterius yang bisa menjelah waktu dan sosok Taeyung yang bisa melihat potongan sebuah kejadian melalui mimpi.

Begitulah Kpop lovers, semoga kalian senang ya

Baca juga: A novel, blue-eyed devil

Yang mau kepo-in lebih dalam tentang BTS, baca katacika aja ya, recomended banget.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here