Ku share ke semua group WhatsApp, blog harianku dikunjungi oleh banyak orang dan mendatangkan peluang karir baru.

Ke Facebook dan Instagram juga aku share supaya blog gratisan yang rencana aku seriusin mendatangkan traffick lebih banyak atau Setidaknya bisa menghubungkan ke semua teman. Siapa sangka semalam seorang viewer menawarkan domain lengkap dengan hosting buatku.

Awalnya aku tidak yakin dengan niat baiknya tapi setelah tahu dia bermaksud untuk mengundangku sebagai copywriter di perusahan kecilnya, langsung kuterima saja. Tidak kutanya jumlah bayarannya, tidak juga kapanَ mulainya.

Sepele sekali hal menulis tapi tidak banyak orang suka bahkan dianggap tidak menguntungkan apa-apa, tulisanku yang ku forward ke beberapa group WA, semisal group alumni himpunan kampusku, group kawan SMAku dan organisasi eksternal diabaikan begitu saja, tak jarang aku menemukan ada saja teman yang menimpa dengan link berita karena tidak suka.

Seandainya mereka tahu, hal tabu yang aku coba ulas di media adalah usahaku memahami dan menyeleksi topik ulasan dan pembaca, pasti diantaranya akan ada yang ikutan. Tapi tidak demikian, malah mereka lebih suka sticker tertawa, nyinyir bahkan dicoba bandingkan dengan tulisan-tulisan yang dianggap luar biasa. Bagiku oke-oke saja, mau tulisan aku atau tulisan siapapun dia akan membawa kami pada pencapaian yang luar biasa. Tapi mereka yang cuma bisa menimpali pakai emoji tertawa dapat apa?

Aku tidak bermaksud apa-apa, cuma bila dianggap menulis hal tabu itu cari sensasi bahkan berdosa dan mendaftar PNS lebih berpeluang mendekatkan diri pada-NYA? Bung biasa aja, siapa tau kita bergandengan tangan masuk sorga.

Ini peluang berkarir di media dan bagi yang serius, kedepan lebih berguna daripada honor kesini honor kesana. Buat estimasi ya, amatiran itu dibayar 25-30 ribu per 400 kata. Lebihnya dicek sendiri, mungkin mencapai 700 ribu per 600 kata bila tulisanmu sudah enak dibaca dan banyak yang suka.

Aku biasa aja, tidak bermaksud untuk menjadi kaya atau menyaingi PNS sampai tua. Tulisan-tulisanku hanya untuk kumuat di laman pribadi biar tidak terbuang waktu saat megang gawai. Lagi pun melalui kegiatanku, mengajar bahasa inggris buat mahasiswa S3, S2, S1, dan SMA, tuhan cukupkan untuk membiayai kebutuhan-kebutuhanku dihari biasa. Perkara rezeki masa depan, DIA yang takdirkan, aku cuma berusaha.

Bagiku pekerjaan sampingan sebagai copywriter itu “Barang mewah”. Namun buat yang suka honor, menjadi PNS masih biasa aja. Udahlah, diprovokasi pakai bahasa begini mereka masih adem, ga da reaksi apa-apa. Assamualaikum.

9 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here